STRATEGI Penggalangan massa adalah bagian integral dari Grand Strategi Pemenangan Pemilu. Paradigma yang paling umum digunakan dalam perspektif analisa strategis adalah pendekatan analisis SWOT, yang bertujuan untuk memetakan secara totalitas kondisi internal dan eksternal sebuah organisasi seperti halnya PAN. Pendekatan ini pernah dirumuskan dalam Rakernas PAN tahun 2003 di Makassar untuk strategi menghadapi Pemilu 2004. Meskipun konsep tersebut belum terumuskan dalam dimensi-dimensi yang lebih luas berdasarkan karakteristik masyarakat Pemilih. Kompleksitas masalah yang akan dihadapi dalam proses penggalangan massa pada pemilu 2009 tentu akan berbeda seiring dengan transformasi kehidupan yang dialami oleh masyarakat. Oleh karena itu melakukan analisa dan perencanaan ulang terhadap sistem penggalangan massa yang telah dilakukan selama ini patut menjadi prioritas, untuk melihat sisi-sisi kelemahan dan upaya perbaikannya dimasa mendatang. Karena bagaimanapun, penggalangan massa adalah bagian yang sangat essensial dalam tahapan strategi pemenangan Pemilu. Pemetaan dan identifikasi basis massa secara menyeluruh akan sangat menentukan langkah strategis PAN dalam Pemilu mendatang, terutama untuk memenuhi target yang telah diproyeksikan oleh partai yaitu 100 kursi legislative. Tentu, proyeksi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh elemen partai untuk mengerahkan potensi yang ada dalam melakukan akselerasi kinerja melalui pilihan-pilihan strategisnya. Dengan demikian diperlukan pemikiran konprehensif, sistemik dan objektif dalam mengeksplorasi gagasan-gagasan besar terhadap strategi penggalangan massa.
ANALISA STRATEGIS
Untuk menjalankan proses penggalangan massa secara efektif perlu melakukan analisa lingkungan strategis :
- Menentukan Positioning PAN saat ini.
- Melakukan identifikasi konstituen dan Pendukung ( untuk menentukan karakter pemilih dan kecenderungan pilihan politik berdasarkan segmen)
- Analisa lingkungan internal dan eksternal Partai ( kondisi riel partai, Pesaing Partai, Peluang yang bisa dilakukan)
- Analisa sistem dan infra struktur Partai ( yang sedang dijalankan partai saat ini)
- Analisa SDM dan Pola recruitment kader ( seberapa kreatif partai melakukan seleksi SDM yang mempunyai bargaining politik dimasyarakat)
- Analisa sistem komunikasi dan PR Partai ( seberapa intens partai memantau, mengikuti dan berperan dalam manajemen opini)
SASARAN BADAN BAKOKAL :
Dalam kaitan strategi penggalangan massa, Badan otonom dan Hubungan Antar lembaga adalah bagian dari kerangka infra struktur strategis partai yang menjalankan peran dan fungsinya berdasarkan segmen dan sasaran program sebagaimana yang telah dirumuskan.
Secara substansial rumusan sasaran sebagaimana yang dipaparkan diatas berorientasi kepada 6 hal :
1. Membangun sistem
Gerakan awal yang harus dilakukan Partai adalah upaya membangun sistem kepartaian yang mapan sehingga dapat menata, mensinergikan, mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan seluruh potensi partai secara nasional.
2. Membangun kinerja
Terbangunnya sistem kerja yang baik akan sangat mendorong peningkatan mobilitas, produktifitas dan kinerja partai terhadap implementasi program. Selain itu peningkatan kinerja akan sangat berperan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja Partai.
3. Membangun jaringan
Membangun jaringan partai seluas mungkin merupakan sasaran utama dalam sistem perencanaan strategis partai. Karena ketergantungan partai terhadap jaringan merupakan sebuah keniscayaan. Mustahil partai akan memenangkan Pemilu bilamana gagal membangun jaringan yang kuat diakar rumput ( grass root ).
4. Membangun hubungan
Aspek positif dari proses sejarah yang telah dilakukan oleh Partai dalam interaksinya dengan masyarakat baik secara individu maupun institusi merupakan investasi politik yang harus dirawat dan dipelihara sebaik mungkin sebagai sebuah hubungan jangka panjang yang harmonis.
5. Membangun Komunikasi
Salah satu faktor yang sangat sensitive dalam proses hubungan sosial kemanusiaan adalah masalah komunikasi. Kesalahpahaman dan ketidak tahuan terhadap suatu hal sering menjadi sebab rusaknya hubungan komunikasi. Oleh karena itu partai secara sungguh-sungguh harus mencairkan kebekuan hubungan komunikasi yang mungkin terjadi diantara sesama kader (internal) maupun terhadap berbagai pihak yang dianggap perlu (ekternal).
6. Membangun opini ( imaj/ Citra)
Sebagai partai politik, membangun citra tentu merupakan suatu keharusan jika ingin mendapat tempat dihati masyarakat. Jika tidak maka masyarakat akan dengan mudah melupakan PAN dan berpaling ke partai lain. Perang opini sampai sejauh ini masih menjadi senjata ampuh partai dalam merebut hati masyarakat. Partai yang lalai mengisi momentum politik akan tenggelam ditelan waktu, dan ini harus menjadi warning dalam perjalanan partai kita (PAN).
Jalur Strategis Penggalangan Massa
Pemberdayaan Organisasi Otonom
Badan Otonom adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan karakteristik jenis kegiatan masing-masing dan menyatakan dirinya berafiliasi ke PAN ( BAB IX Psl.20. a.1 AD PAN). Maksud pembentukan Badan otonom adalah upaya sistematis dalam mengembangkan jaringan organisasi infra struktur partai atas dasar keswadayaan masyarakat untuk perluasan dukungan terhadap partai ( Kaidah Ortom). Saat ini tercatat 4 Organisasi Otonom yang berafiliasi ke PAN yaitu : Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Perempuan Amanat Nasional (PUAN), Sentra Pergerakan Pekerja Amanat Nasional (SP.PAN) dan Himpunan Profesi Angkutan Nasional (HIMPAN). Namun harus diakui bahwa keberadaan Ortom Partai saat masih belum secara keseluruhan mempunyai infrastruktur yang memadai. Tugas utama Bakokal saat ini adalah upaya mengkondisikan keberadaan Ortom agar dapat berjalan normal dan membangun infra struktur organisasinya sampai ke akar rumput.
Pemberdayaan Organisasi Mitra
Organisasi mitra adalah organisasi kemasyarakatan fungsional dan profesi yang dibentuk oleh masyarakat, bersedia menjalin hubungan kerjasama dengan partai dan menyalurkan aspirasi politiknya melalui PAN ( Kaidah Ormit). Meskipun organisasi Mitra bukan subordinasi dari PAN, namun keberadaannya sangat potensial dijadikan sebagai mitra dalam melakukan akses dan jaringan ditengah masyarakat melalui pendekatan program partisipatif. Saat ini di Bakokal tercatat sebanyak 40 organisasi mitra baik pusat maupun daerah.
Memberdayakan Tokoh
Harus diakui bahwa keberadaan para tokoh di masyarakat ( tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh Politik, tokoh Profesional, tokoh Adat ) mempunyai pengaruh yang sangat besar dikomunitasnya masing-masing. Hubungan emosional masyarakat dengan para tokoh khususnya dalam sistem sosial di Indonesia mempunyai potensi politik yang sangat besar. Oleh karena itu PAN harus dapat memelihara dan menjalin hubungan baik serta memberikan apresiasi kepada para tokoh.
Pemberdayaan Jaringan SDM
Jaringan SDM Partai merupakan jaringan inti yang paling bertanggungjawab terhadap masa depan pemilih partai. Jaringan ini lebih bersipat pendekatan personal, yang meliputi : Jaringan Pengurus, Jaringan Legislatif, Jaringan Eksekutif, jaringan Yudikatif, Jaringan Kader, Jaringan Simpatisan, Jaringan Konstituen, dan Jaringan Keluarga. Kita harus berasumsi bahwa setiap orang dapat dipastikan mempunyai interaksi dan hubungan sosial yang berbeda-beda. Pemanfaatan hubungan personal dari seluruh komponen jaringan SDM partai merupakan saluran yang sangat efektif dalam membangun konstituen politik.
PENUTUP
Upaya konseptual yang telah dilakukan oleh Partai tentu tidak akan banyak bernilai bilamana kesamaan visi dan persepsi para aparatur partai belum terbangun dengan baik. Oleh karena itu saat ini partai harus melakukan konsolidasi total dan memastikan bahwa segala sesuatu yang menjadi hambatan internal partai sudah dapat teratasi. Suatu hal penting yang harus dilakukan adalah bagaimana memprioritaskan cara kerja politik yang efektif serta mengurangi program dan kegiatan yang kurang berdampak politik.
Badan Otonom dan Hubungan antar Lembaga ( Bakokal) tentu akan melakukan support maksimal terhadap upaya strategis penggalangan massa dalam konteks program dan bidang kerja yang menjadi tanggungjawab institusionalnya sebagaimana yang telah digariskan oleh partai. Hanya saja kita perlu membangun “ kesadaran kolektif” dalam memperjuangkan masa depan partai.
Salam Reformasi !
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Badan Otonom dan Hubungan Antar Lembaga
Ibrahim Sakti Batubara
Ketua