Feeds:
Tulisan
Komentar

Hasil Kerja Kelompok

1. Kiat yang dilakukan PAN dalam perekrutan anggota :

    a. Memperkuat dan menghidupkan jaringan Partai sampai ke basis yang paling bawah.

    b. Mengoptimalkan peran sayap Partai (organisasi Otonom) dan organisasi Mitra

    c. Melakukan advokasi kepada masyarakat dan melakukan aksi sosial.

    d. Melakukan mediasi dan fasilitasi terhadap kepentingan masyarakat yang membutuhkan.

 2. Cara lain yang bisa dilakukan PAN dalam meningkatkan jumlah pemilih :

     a. Membangun brand image diruang publik dengan memanfaatkan fasilitas media yang ada termasuk IT

     b. Melakukan sosialisasi dan promosi

     c. Melakukan event-event yang digemari oleh   masyarakat.

3.   Fasilitas yang perlu diadakan oleh PAN diera TI sekarang ini adalah memperbanyak situs promosi

4.   Aktif mempublikasikan berbagai kegiatan Partai di situs Blog dan juga produktif menyampaikan tulisan dan komentar 

Tentang Saya

p61900407.jpgHazuarli A. Halim, lahir di Kota Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara. Menyelesaikan studi S1 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Kemudian Hijrah ke Jakarta sejak tahun 1995. Studi S2 di Magister manajemen UHAMKA jurusan Human Resource. Saat ini sedang menyelesaikan studi S2 di Universitas Paramadina Mulya Jakarta, kerjasama dengan Islamic College London. Pernah aktif di Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai wakil Sekjen (1995-1997). Saat ini aktif di Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (2006-2010).

  
STRATEGI Penggalangan massa adalah  bagian integral dari  Grand Strategi Pemenangan Pemilu. Paradigma yang paling umum digunakan dalam perspektif analisa strategis adalah pendekatan analisis SWOT, yang bertujuan untuk memetakan secara totalitas kondisi internal dan eksternal sebuah  organisasi seperti halnya PAN. Pendekatan ini pernah dirumuskan dalam Rakernas PAN tahun 2003 di Makassar untuk strategi menghadapi Pemilu 2004. Meskipun konsep tersebut belum terumuskan dalam dimensi-dimensi yang lebih luas berdasarkan karakteristik masyarakat Pemilih. Kompleksitas masalah yang akan dihadapi dalam proses penggalangan massa pada pemilu 2009 tentu akan berbeda seiring dengan transformasi kehidupan yang dialami oleh masyarakat. Oleh karena itu melakukan analisa dan perencanaan ulang terhadap sistem penggalangan massa yang telah dilakukan selama ini patut menjadi prioritas, untuk melihat sisi-sisi kelemahan dan upaya perbaikannya dimasa mendatang.  Karena bagaimanapun, penggalangan massa adalah bagian yang sangat essensial dalam tahapan strategi pemenangan Pemilu. Pemetaan dan identifikasi basis massa  secara  menyeluruh  akan sangat menentukan langkah strategis PAN dalam Pemilu mendatang, terutama untuk memenuhi target yang telah diproyeksikan oleh partai yaitu 100 kursi legislative. Tentu, proyeksi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh elemen partai untuk mengerahkan potensi yang ada dalam melakukan akselerasi kinerja melalui pilihan-pilihan strategisnya. Dengan demikian diperlukan pemikiran  konprehensif, sistemik dan objektif  dalam mengeksplorasi  gagasan-gagasan  besar terhadap strategi penggalangan massa. 

ANALISA STRATEGIS 

Untuk menjalankan proses penggalangan massa secara efektif perlu melakukan analisa lingkungan strategis  :

  1. Menentukan Positioning PAN saat ini.
  2. Melakukan identifikasi  konstituen dan Pendukung ( untuk menentukan karakter pemilih dan kecenderungan pilihan politik berdasarkan segmen)
  3. Analisa lingkungan  internal dan eksternal Partai ( kondisi riel partai, Pesaing Partai, Peluang yang bisa dilakukan)
  4. Analisa sistem dan infra struktur Partai ( yang sedang dijalankan partai saat ini)
  5. Analisa SDM dan Pola recruitment kader ( seberapa kreatif partai melakukan seleksi  SDM yang mempunyai bargaining politik dimasyarakat)
  6. Analisa sistem  komunikasi dan PR Partai ( seberapa intens partai memantau, mengikuti dan  berperan dalam  manajemen opini) 

SASARAN BADAN BAKOKAL : 

Dalam kaitan strategi penggalangan massa, Badan otonom dan Hubungan Antar lembaga adalah bagian dari kerangka infra struktur strategis partai yang menjalankan peran dan fungsinya  berdasarkan segmen dan sasaran program  sebagaimana yang telah dirumuskan. 

Secara substansial rumusan sasaran sebagaimana yang dipaparkan diatas berorientasi kepada  6 hal  :

1.      Membangun sistem

Gerakan awal yang harus dilakukan Partai adalah upaya membangun sistem kepartaian yang mapan sehingga dapat menata, mensinergikan, mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan seluruh potensi partai secara nasional.

 

2.      Membangun kinerja

Terbangunnya sistem  kerja yang baik akan sangat mendorong peningkatan  mobilitas, produktifitas  dan kinerja partai terhadap implementasi program. Selain itu  peningkatan kinerja akan sangat berperan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja Partai.

            3.      Membangun jaringan

Membangun jaringan partai seluas mungkin merupakan  sasaran utama  dalam sistem perencanaan strategis partai. Karena ketergantungan partai terhadap jaringan merupakan sebuah keniscayaan. Mustahil partai akan memenangkan Pemilu bilamana gagal membangun jaringan yang kuat diakar rumput ( grass root ).

            4.      Membangun hubungan

Aspek positif dari proses sejarah yang telah dilakukan oleh Partai dalam interaksinya dengan masyarakat baik secara individu maupun institusi merupakan investasi politik yang harus dirawat dan dipelihara sebaik mungkin sebagai sebuah hubungan jangka panjang yang harmonis.

5.      Membangun Komunikasi

Salah satu faktor yang sangat sensitive dalam proses hubungan sosial kemanusiaan adalah masalah komunikasi. Kesalahpahaman dan ketidak tahuan terhadap suatu hal sering menjadi sebab rusaknya hubungan komunikasi. Oleh karena itu partai secara sungguh-sungguh harus  mencairkan  kebekuan hubungan   komunikasi  yang mungkin terjadi diantara sesama kader (internal) maupun terhadap berbagai  pihak yang dianggap  perlu (ekternal).

            6.      Membangun opini ( imaj/ Citra)

Sebagai partai politik, membangun citra tentu merupakan suatu keharusan jika ingin mendapat tempat dihati  masyarakat. Jika tidak maka masyarakat akan dengan mudah melupakan PAN dan berpaling ke partai lain. Perang opini sampai sejauh ini  masih menjadi senjata ampuh partai dalam merebut hati masyarakat. Partai yang lalai mengisi momentum  politik akan tenggelam ditelan waktu, dan ini harus menjadi warning dalam perjalanan partai kita (PAN).

 

Jalur Strategis Penggalangan Massa 

Pemberdayaan  Organisasi Otonom

Badan Otonom adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan karakteristik jenis kegiatan masing-masing dan menyatakan dirinya berafiliasi ke PAN ( BAB IX Psl.20. a.1 AD PAN). Maksud pembentukan Badan otonom adalah upaya sistematis dalam mengembangkan  jaringan organisasi infra struktur partai  atas dasar keswadayaan masyarakat untuk perluasan dukungan terhadap partai         ( Kaidah Ortom). Saat ini tercatat 4 Organisasi Otonom yang berafiliasi ke PAN yaitu :  Barisan Muda  Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Perempuan Amanat Nasional (PUAN), Sentra Pergerakan Pekerja Amanat Nasional (SP.PAN) dan Himpunan Profesi Angkutan Nasional (HIMPAN). Namun harus diakui  bahwa keberadaan Ortom Partai saat masih belum secara keseluruhan mempunyai infrastruktur yang memadai. Tugas utama Bakokal saat ini adalah upaya mengkondisikan keberadaan Ortom agar dapat berjalan normal dan membangun infra struktur organisasinya sampai ke akar rumput.

Pemberdayaan Organisasi Mitra

Organisasi mitra adalah organisasi kemasyarakatan fungsional dan profesi yang dibentuk oleh masyarakat, bersedia menjalin hubungan kerjasama dengan partai  dan menyalurkan aspirasi politiknya melalui PAN ( Kaidah Ormit). Meskipun organisasi Mitra bukan subordinasi dari PAN, namun keberadaannya sangat potensial dijadikan sebagai mitra dalam melakukan akses dan jaringan ditengah masyarakat melalui pendekatan  program partisipatif. Saat ini di Bakokal tercatat  sebanyak 40 organisasi mitra baik pusat maupun daerah.

Memberdayakan Tokoh

Harus diakui bahwa keberadaan para tokoh di masyarakat ( tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh Politik, tokoh Profesional, tokoh Adat ) mempunyai pengaruh yang sangat besar  dikomunitasnya masing-masing. Hubungan emosional masyarakat dengan para tokoh khususnya dalam sistem sosial di Indonesia mempunyai potensi  politik yang sangat besar. Oleh karena itu PAN harus dapat memelihara dan menjalin hubungan baik serta memberikan apresiasi  kepada para tokoh.

Pemberdayaan Jaringan SDM

Jaringan SDM Partai merupakan jaringan inti yang paling bertanggungjawab terhadap masa depan pemilih partai. Jaringan ini lebih bersipat pendekatan personal, yang meliputi : Jaringan Pengurus, Jaringan Legislatif, Jaringan Eksekutif, jaringan Yudikatif, Jaringan Kader, Jaringan Simpatisan, Jaringan Konstituen, dan Jaringan Keluarga. Kita harus berasumsi bahwa setiap orang dapat dipastikan mempunyai  interaksi dan hubungan sosial yang berbeda-beda. Pemanfaatan hubungan personal dari seluruh komponen jaringan SDM partai merupakan saluran yang sangat efektif dalam  membangun konstituen politik.

PENUTUP

Upaya konseptual yang telah   dilakukan oleh Partai tentu tidak akan banyak bernilai bilamana kesamaan visi dan persepsi para aparatur partai  belum terbangun dengan baik. Oleh karena itu saat ini partai harus melakukan konsolidasi total dan memastikan bahwa segala sesuatu yang menjadi hambatan internal partai sudah dapat teratasi. Suatu hal penting yang harus dilakukan adalah bagaimana  memprioritaskan cara kerja politik yang efektif serta  mengurangi program dan kegiatan yang kurang berdampak  politik.

Badan Otonom dan Hubungan antar Lembaga ( Bakokal) tentu akan melakukan support  maksimal terhadap upaya strategis penggalangan massa dalam konteks program dan  bidang  kerja yang menjadi tanggungjawab institusionalnya sebagaimana yang telah digariskan oleh partai. Hanya saja kita perlu membangun “ kesadaran kolektif” dalam memperjuangkan masa depan partai.

Salam Reformasi !

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Badan Otonom dan Hubungan Antar Lembaga

  

Ibrahim Sakti Batubara

Ketua

Badan Otonom dan Hubungan Antar Lembaga (BAKOKAL) DPP PAN merupakan salah satu Badan yang sangat strategis dalam proses pemenangan Pemilu 2009.

Tidak terakomodirnya sejumlah tokoh yang  diusung berbagai elemen masyarakat pada Pilkada DKI Agustus mendatang, menimbulkan berbagai kekhawatiran yang mencemaskan  banyak pihak. Apalagi hingga sejauh ini tanda-tanda akan diputusnya masalah calon independen oleh MK dalam pilkada tak kunjung terdengar. Hal ini menyebabkan sebagian elemen masyarakat merasa kesal dan frustasi. Tak ayal lagi  masalah ini akan menimbulkan ketegangan politik di DKI.  Kekhawatiran adanya “huru hara politik” juga akan meresahkan dunia usaha. Jakarta selain sebagai pusat Pemerintahan juga menjadi urat nadi perekonomian nasional. Para pengawat bahkan memprediksi angka Golput pada Pilkada DKI akan sangat besar. Oleh karena itu pemerintah dan seluruh instansi terkait harus segera mencari solusi problem calon independen yang menjadi “sengketa” dalam wacana pilkada. Revisi Undang-Undang Pilkada merupakan tuntutan yang sangat mendesak. Sementara itu menjelang digelarnya Pilkada aspek keamanan harus menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah.

Dalam upaya membangun kesamaan visi dan persepsi antara Partai dengan Ormit, Bakokal melaksanakan kegiatan Rapat Kerja. Acara ini akan diisi oleh beberapa narasumber dari para ahli dan juga dari DPP Partai Amanat Nasional

PERAN BAKOKAL

Badan Otonom dan Hubungan Antar Lembaga Partai Amanat Nasional hinga saat ini mengkoordinasikan 4 Organisasi Otonom dan 40 Organisasi Mitra baik Lokal maupun nasional. Namun sinergi program belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu Bakokal sedang berupaya merancang pola pembinaan yang lebih efisien dan tepat sasaran, semoga

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.